Pages

Pages - Menu

Blogroll

About

Blogger templates

Blogger news

Blog

Minggu, 06 Januari 2013

Lagi Belajar Photoshop


Sumber :
http://www.youtube.com/watch?v=J-HZPsKSdjg

Sistem Pernapasan Manusia


Sistem Pernapasan Manusia
Tanpa bernapas, manusia akan mati dalam hitungan menit. Sel-sel dan jaringan tubuh akan lumpuh karena tidak memperoleh energi untuk hidup serta beraktivitas. Jadi, ketika kita sedang menghirup udara, sebenarnya kita berjuang untuk bertahan hidup.
Pada saat bernapas, kita menghirup udara atau inspirasi dan menghembuskan udara atau ekspirasi. Saat udara memasuki paru-paru, terjadi pertukaran gas oksigen dengan karbon dioksida pada permukaan alveolus. Proses ini disebut dengan respirasi eksternal. Selanjutnya, saat gas oksigen dibawa oleh darah dan mencapai jaringan tubuh, terjadi pertukaran gas oksigen dari darah dengan karbon dioksida dari cairan jaringan. Proses ini disebut dengan respirasi internal.
1.    Alat-Alat Respirasi Manusia
a.      Rongga Hidung
Rongga hidung merupakan tempat pertama kali udara masuk. Udara yang masuk akan disaring dengan rambut rongga hidung dan dihangatkan diruang nasal.
b.    Faring
Faring merupakan daerah pertemuan antara saluran makanan dengan saluran pernapasan. Pada faring terdapat katup penutup yang disebut dengan uvula atau anak tekak.
c.     Laring
Laring merupakan daerah pangkal batang tenggorokan. Laring terdiri atas kepingan tulang rawan yang membentuk jakun. Pangkal tenggorok dapat ditutup oleh epiglotis. Pada pangkal tenggorok ini pula terdapat pita suara.
d.    Trakea
Trakea atau batang tenggorok, merupakan saluran respirasi berbentuk pipa yang terdiri dari gelang-gelang tulang rawan dengan panjang sekitar 10 cm.
e.    Paru-paru
Paru-paru dibungkus oleh selaput yang disebut dengan pleura, Pada paru-paru kanan terdapat tiga lobus, dan paru-paru kiri terdapat dua lobus. Setiap lobus terdiri dari lobulus-lobulus dan berujung sampai ke alveolus.
f.      Alveolus
Alveolus merupakan ujung dari saluran pernapasan yang dibangun oleh epitel skuamosa sederhana. Alveolus memiliki dinding yang sangat tipis dan elastis. Pada permukaan luarnya terdapat banyak kapiler darah sehingga memungkinkan pertukaran oksigen dan karbon dioksida secara difusi.Pada paru-paru terdapat kurang lebih 300 juta alveolus.
2.      Mekanisme Pernapasan
a.   Pernapasan dada
Pada saat inspirasi, otot antar tulang rusuk berkontraksi sehingga tulang rusuk terangkat dan volume rongga dasar membesar. Tekanan udara dalam rongga dada menjadi lebih kecil dibandingkan dengan tekanan udara luar sehingga udara masuk ke dalam rongga dada. Pada saat ekspirasi, otot antar tulang rusuk kembali relaksasi sehingga rongga dada menyempit dan udara terdorong untuk keluar.
b.    Pernapasan perut
Pada saat inspirasi, otot diafragma berkontraksi sehingga diafragma mendatar dan volume rongga dada membesar. Tekanan udara dalam rongga dada mengecil sehingga udara masuk ke dalam rongga dada. Pada saat ekspirasi, otot diafragma kembali relaksasi yang mengakibatkan rongga dada menyempit dan udara terdorong keluar.
3.      Pertukaran gas di dalam tubuh
Pertukaran gas oksigen dan karbon dioksida tidak hanya terjadi pada paru-paru, namun juga terjadi pada cairan jaringan.
a.   Respirasi eksternal
Respirasi ekternal berhubungan dengan pertukaran gas antara alveoulus dengan kapiler darah. Sebagian karbon dioksida yang diangkut plasma darah berupa ion bikarbonat, sedangkan sisanya berupa karbon dioksida bebas yang segera berdifusi keluar tubuh. Setelah mendapat ion hidrogen dari HHb, ion bikarbonat berubah menjadi asam karbonat. Selanjutnya, asam karbonat terurai menjadi air dan karbon dioksida.
Darah yang masuk pada kapiler paru-paru mengandung sedikit oksigen. Sedangkan pada ruang alveolus mengandung banyak oksigen. Oleh karena itu, oksigen segera berdifusi dan masuk ke dalam sel darah merah dan diikat oleh hemoglobin menjadi oksihemoglobin.
b.   Respirasi internal
Respirasi ekternal berhubungan dengan pertukaran gas antara kapiler darah dengan cairan jaringan. Setelah karbon dioksida berdifusi kedalam darah, sebagian kecilnya terikat oleh hemoglobin menjadi karboksihemoglobin. Kebanyakan karbon dioksida akan berikatan dengan air membentuk asam karbonat. Dengan bantuan enzim karbonat anhidrase, asam karbonat terurai menjadi ion hidrogen dan ion bikarbonat.
Ion bikarbonat yang terbentuk segera berdifusi keluar dari sel darah merah dan dibawa oleh plasma darah. Selanjuntya oksihemoglobin akan melepaskan oksigen dan mengikat ion hidrogen menjadi HHb.

Video sistem pernapasan

Sumber :
 http://www.youtube.com/watch?v=dBJW2nOBXqg

Kamis, 20 Desember 2012

Siklus air hujan


diambil dari :
http://www.youtube.com/watch?v=v6T6JzCLjWs

Minggu, 16 Desember 2012

Sistem Organ


Definisi/Pengertian Organ, Sistem Organ, Fungsi Serta Macam/Jenis Sistem Tubuh Manusia
Organ adalah kumpulan dari beberapa jaringan untuk melakukan fungsi tertentu di dalam tubuh sedangkan sistem tubuh adalah gabungan dari organ-organ tubuh yang menjalankan fungsi tertentu.
Macam-Macam Dan Jenis-Jenis Sistem Pada Badan Manusia :
1. Sistem Ekskresi
Sistem ekskresi berfungsi untuk memindahkan hasil metabolisme yang sudah tidak diperlukan ke luar tubuh sehingga sel-sel tubuh dapat menjaga keseimbangannya terhadap lingkungan. Terdiri atas ginjal, paru-paru (karbon dioksida), hati (racun) dan kulit (keringat).
2. Sistem Pernapasan / Sistem Pernafasan
Sistem pernapasan adalah sistem yang memiliki fungsi untuk mengambil oksigen, menyediakan oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida ke luar tubuh. Terdiri dari hidung, faring, laring, trakea / trakhea, bronki dan paru-paru.
3. Sistem Pencernaan
Sistem perncernaan adalah sistem yang berfungsi untuk melakukan proses makanan sehingga dapat diserap dan digunakan oleh sel-sel tubuh secara fisika maupun secara kimia. Terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, rektum, hati dan pankreas.
4. Sistem Peredaran / Transportasi
Sistem peredaran atau sistem transportasi adalah sistem yang memiliki fungsi untuk menjaga tubuh dari penyakit, menyebar sari makanan dan oksigen ke seluruh tubuh serta mengangkut zat-zat sisa ke luar tubuh. Terdiri atas jantung, pembuluh arteri, pembuluh vena, pembuluh kapiler, pembuluh getah bening (limfatik) dan kelenjar limfe.
5. Sistem Reproduksi
Sistem reproduksi adalah sistem yang berfungsi untuk berkembang biak. Terdiri dari testis, ovarium dan bagian alat kelamin lainnya.
6. Sistem Otot
Sistem otot adalah sistem tubuh yang memiliki fugnsi seperti untuk alat gerak, menyimpan glikogen dan menentukan postur tubuh. Terdiri atas otot polos, otot jantung dan otot rangka.
7. Sistem Syaraf/ Sistem Saraf
Sistem saraf adalah sistem yang memiliki fungsi untuk menerima dan merespon rangsangan. Terdiri dari otak, saraf tulang belakang, simpul-simpul syaraf dan serabut syaraf.
8. Sistem Endoktrin
Sistem endoktrin adalah sistem yang berfungsi untuk memproduksi hormon yang mengatur aktivitas tubuh. Terdiri atas kelenjar tiroid, kelenjar hipofisa/putuitari, kelenjar pankreas, kelenjar kelamin, kelenjar suprarenal, kelenjar paratiroid dan kelenjar buntu.
9. Sistem Rangka
Sistem adalah sistem yang memiliki fungsi untuk menyimpan bahan mineral, tempat pembentukan sel darah, tempat melekatnya otot rangka, melindungi tubuh yang lunak dan menunjang tubuh. Terdiri dari tengkorak, tulang rusuk, tulang belakang, rangka penopang tulang bahu, rangka penopang tulang pinggul, tulang angota badan atas dan bawah.
Diambil dari :

Selasa, 04 Desember 2012

Tata Surya


Teori Asal Usul Tata Surya

Bumi kita terbentuk sekitar 4,6 milyar tahun yang lalu bersamaan dengan terbentuknya satu sistem tata surya yang dinamakan keluarga matahari . Banyak hipotesis tentang asal-usul tata surya telah ditemukan para ahli , diantaranya adalah sebagai berikut :

A. Hipotesis nebula (teori Kabut )
Hipotesis nebula pertama kali dikemukakan oleh Immanuel Kant pada tahun 1775, kemudian disempurnakan oleh Simon de Laplace pada tahun 1796, hipotesis ini lebih dikenal hipotesis nebula Kant-Laplace. Hipotesis nebula ini terdiri dari beberapa tahap.
1.  Matahari dan planet-planet lainnya masih berbentuk gas, kabut yang begitu pekat dan besar
2.  Kabut tersebut berputar dan berpilin dengan kuat, dimana pemadatan terjadi di pusat lingkaran yang kemudian membentuk matahari. Pada saat yang bersamaan materi lainpun terbentuk menjadi massa yang lebih kecil dari matahari yang disebut sebagai planet, bergerak mengelilingi matahari.
3.  Materi-materi tersebut tumbuh makin besar dan terus melakukan gerakan secara teratur mengelilingi matahari dalam satu orbit yang tetap dan membentuk Susunan Keluarga Matahari 
Gambaran proses hipotesis nebula yang merupakan salah satu teori yang di yakini para ahli fisika dapat menjelaskan asal usul tata surya

B. Hipotesis Planetisimal dan Pasang Surut Bintang
Hipotesis planetisimal pertama kali dikemukaan oleh Thomas C. Chamberlain dan Forrest R Moulton pada tahun 1900. Hipotesis ini menyatakan bahwa pada mulanya tata surya berupa matahari saja. Pada suatu saat melintas bintang lain yang ukurannya hampir sama dengan matahari, bintang tersebut melintas begitu dekat sehingga hampir menjadi tabrakan. Karena dekatnya lintasan pengaruh gaya gravitasi antara dua bintang tersebut mengakibatkan tertariknya gas dan materi ringan pada bagian tepi.

Karena pengaruh gaya gravitasi tersebut sebagian materi terlempar meninggalkan permukaan matahari dan permukaan bintang. Materi-materi yang terlempar mulai menyusut dan membentuk gumpalan-gumpalan yang disebut planetisimal. Planetisimal- Planetisimal lalu menjadi dingin dan padat yang pada akhirnya membentuk planet-planet yang mengelilingi matahari.

Pada tahun 1917 James Jean dan Herold mengemukakan teori yang hampir mirip dengan teori planetisimal yang biasa disebut teori pasang surut. Teori ini menyatakan bahwa sejak awal memang sudah ada dua matahari, gaya gravitasi salah satu matahari mengakibatkan materi matahari yang lain sedikit-demisedikit meninggalkan permukaannya, selanjutnya terbentuklah planet-planet. 


C. Hipotesis Kondensasi
Hipotesis kondensasi dikemukakan oleh GP.Kuiper pada tahun 1950. Hipotesis ini menyatakan bahwa tata surya pada mulanya berupa bola kabut raksasa. Kabut ini terdiri dari debu, es, dan gas. Bola kabut ini berputar pada porosnya sehingga bagian-bagian yang ringan terlempar ke luar, sedangkan bagian yang berat berkumpul di pusatnya membentuk sebuah cakram mulai menyusut dan perputarannya semakin cepat, serta suhunya bertambah, akhirnya terbentuklah matahari.
Bagian tepi cakram yang berupa gas dan debu mulai bertarikan, sehingga terbentuk gumpalan. Gumpalan-gumpalan ini disebut protoplanet yang lambat laun makin dingin dan padat yang pada akhinya membentuk planet
D. Hipotesis Bintang Kembar
Hipotesis bintang kembar dikemukakan oleh Fred Hoyle pada tahun 1956. Hipotesis ini menyatakan bahwa pada awalnya tata surya berupa dua bintang yang berukuran hampir sama dan letaknya berdekatan. Dari kedua bintang tersebut, dengan salah satunya belum stabil. Pada bintang yang tidak stabil ini suatu saat terjadi reaksi yang sangat cepat sehingga menghasilkan energi berupa panas, dan akhirnya bintang tersebut meledak menjadi serpihan-serpihan kecil. Serpihan-serpihan tersebut terperangkap oleh gaya gravitasi bintang yang tidak meledak dan mulai bergerak mengelilinginya. Karena adanya gaya gravitasi serpihan yang letaknya berdekatan bergabung sedikit demi sedikit dan akhirnya membentuk planet, dan terbentuklah susunan tata surya.
di ambil dari : 
http://soerya.surabaya.go.id/AuP/e-DU.KONTEN/edukasi.net/SMP/Fisika/Sistem%20Tata%20Surya/images/line_title.png

Selasa, 13 November 2012

Terjadinya Aurora




Aurora adalah fenomena pancarancahaya yang menyala-nyala pada lapisan ionosfer dari sebuah planetsebagai akibat adanya interaksi antara medan magnetik yang dimiliki planet tersebut dengan partikel bermuatan yang dipancarkan oleh Matahari (angin surya). Angin surya ini adalah aliran elektron dan proton yang terlepas dari matahari akibat tingginya energi kinetik yang dimiliki kedua partikel serta suhu matahari. Aliran partikel-partikel angin surya ini terperangkap di medan magnetik bumi, beberapa dari partikel-partikel ini mengarah ke kutub bumi dengan kecepatan yang terus bertambah.
Benturan antara partikel-partikel ini dan atom-atom yang terdapat dalam atmosfer bumi melepaskan energi yang menyebabkan terbentuknya aurora di kutub bumi yang nampak seperti lingkaran besar yang
mengelilingi kutub. Makanya aurora lebih sering muncul dan bersinar lebih terang ketika matahari sedang aktif-aktifnya mengeluarkan Corona Mass Ejection yang menyebabkan meningkatnya intensitas dari angin surya. 

Kamis, 18 Oktober 2012

Proses Turunnya Hujan


 
(Siklus air) proses terjadinya Hujan adalah peristiwa jatuhnya air dari awan ke bumi. Pada mulanya air hujan berasal dari beberapa sumber air yang ada dibumi seperti air laut, air sungai, air danau, air waduk, dan lain sebagainya. Selain air yang disebutkan tadi, air yang menguap ke udara juga bisa berasal dari tubuh manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, serta benda-benda lain yang mengandung air.
Air-air tersebut umumnya mengalami proses penguapan atau evaporasi akibat terkena panas matahari. Air yang menguap / menjadi uap melayang ke udara dan akhirnya terus bergerak menuju awan yang tinggi bersama uap-uap air yang lain. Di awan yang tinggi uap tersebut mengalami proses pemadatan atau kondensasi sehingga membentuk awan. Dengan bantuan angin awan-awan tersebut dapat bergerak kesana-kemari baik vertikal, horizontal dan diagonal.